Apresiasi Kemendikdasmen, Kadisdik Aceh: Pendidikan Tercepat Berkembang Pasca-Bencana
Pemulihan Sektor Pendidikan di Aceh Dengan Program Revitalisasi Sekolah
Pemerintah daerah di Aceh mengapresiasi langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI dalam mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana. Akselerasi itu antara lain dilakukan melalui program revitalisasi satuan pendidikan, termasuk sekolah-sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Murthalamuddin, menyatakan bahwa kemajuan pesat sektor pendidikan di Aceh pasca-bencana tidak lepas dari komitmen Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Beberapa kali, sang menteri datang ke provinsi berjulukan Serambi Makkah ini untuk memantau langsung proses pemulihan layanan pendidikan.
Kini, sebanyak 29 unit sekolah telah diperbaiki melalui program revitalisasi tahun 2025. Mendikdasmen Abdul Mu'ti hadir di Pidie Jaya, Aceh, pada Senin (9/3/2026) guna meresmikan secara simbolis penggunaan kembali bangunan sekolah-sekolah hasil revitalisasi tersebut.
“Pendidikan adalah sektor yang paling pesat pemajuannya pascabencana di Aceh. Ini tidak lepas dari kerja keras Bapak Menteri Mu’ti dan jajaran melalui program-program prioritas Kemendikdasmen,” ujar Murthalamuddin dalam sambutannya di SMA Negeri 1 Meureudeu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Ia menambahkan, keberhasilan program revitalisasi sekolah menjadi pemantik semangat bagi seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan untuk terus bangkit setelah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh.
“Semoga semangat untuk terus bangkit dan memulihkan layanan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya dapat menginspirasi daerah lainnya untuk juga terus melangkah menatap masa depan pendidikan yang lebih maju bagi masyarakat Aceh,” harapnya.
Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi menjelaskan bahwa program revitalisasi sekolah di daerahnya berjalan secara bertahap dan memberikan dampak signifikan terhadap kenyamanan serta keamanan proses belajar-mengajar.
Sepanjang 2025, program tersebut menjangkau 29 satuan pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, yang terdiri atas tiga taman kanak-kanak, 16 sekolah dasar, empat sekolah menengah pertama, empat sekolah menengah atas, dan dua sekolah menengah kejuruan.
“Program revitalisasi menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung aman dan nyaman di tengah situasi pascabencana. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan daerah kami serta memberikan kesempatan belajar yang lebih baik bagi seluruh warga sekolah,” kata Sibral.
Ia juga berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus diperkuat untuk mendorong kemajuan pendidikan di wilayah tersebut.
“Terima kasih kepada jajaran Kemendikdasmen yang telah memberikan perhatian dan dukungan penuh kepada daerah kami. Semoga kunjungan Bapak Menteri membawa semangat baru bagi kemajuan pendidikan di Pidie Jaya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan Aceh atas kerja sama yang erat dalam memulihkan sektor pendidikan pascabencana.
Menurutnya, kolaborasi tersebut terbukti melalui pembangunan kembali berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang menjadi fondasi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Kita harus bangkit dan berdiri tegak menghadapi berbagai masalah. Musibah adalah cara Allah meningkatkan harkat dan martabat kita. Karena itu penting bagi kita menanamkan pola pikir bahwa bersama kesulitan pasti ada kemudahan,” ujar Abdul Mu’ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti saat meresmikan secara simbolis 29 sekolah hasil revitalisasi di SMA Negeri 1 Meureudeu, Pidie Jaya, Aceh, pada 10 Maret 2026. - (ist)
Ia juga menegaskan bahwa Kemendikdasmen akan melanjutkan program revitalisasi sekolah pada 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut akan difokuskan pada tiga kategori prioritas.
“Pertama, sekolah yang terdampak bencana. Kedua, sekolah dengan kondisi bangunan rusak berat. Ketiga, sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T,” jelasnya.
Adapun 29 satuan pendidikan yang direvitalisasi di Kabupaten Pidie Jaya pada 2025 mencakup berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah kejuruan. Program ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemulihan sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Posting Komentar untuk "Apresiasi Kemendikdasmen, Kadisdik Aceh: Pendidikan Tercepat Berkembang Pasca-Bencana"