Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Joko Suratno Bagikan Kebahagiaan pada 25 Anak Yatim di Semarang saat Ramadan

Joko Suratno Bagikan Kebahagiaan pada 25 Anak Yatim di Semarang saat Ramadan

Kehidupan Anak-anak di Yayasan Rumah Anak Surga Semarang

Di Jalan Gangin, RT.4/RW.4, Bangetayu Wetan, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, terdapat sebuah yayasan yang menjadi tempat tinggal bagi puluhan anak. Nama yayasan tersebut adalah Rumah Anak Surga. Di sana, suara tawa dan tangis bayi sering terdengar, menciptakan suasana yang penuh kehidupan.

Yayasan ini memiliki rutinitas harian yang hampir sama untuk semua anak: makan, bermain, belajar, lalu tidur siang. Saat ini, ada 25 anak yang tinggal di sana. Sebagian besar dari mereka adalah balita dengan usia berkisar antara 2 hingga 2,5 tahun. Sementara itu, enam anak lainnya masih bayi, dengan rentang usia antara 2 bulan hingga 9 bulan.

Humas Yayasan Rumah Anak Surga, Yeni Febrianti, menjelaskan bahwa setiap anak memiliki latar belakang hidup yang berbeda-beda. Yayasan membagi anak-anak tersebut dalam dua kategori, yaitu anak yang diserahkan sepenuhnya ke yayasan dan anak yang dititipkan oleh orang tua.

Anak yang diserahkan biasanya berasal dari kondisi sulit sejak lahir. Beberapa di antaranya lahir dari kehamilan yang tidak diinginkan atau kasus KTD (Kekerasan Terhadap Anak). Ada juga yang lahir dari kasus kekerasan seksual atau dari orang tua biologis yang tidak menginginkan anak tersebut. Dalam beberapa kasus, keluarga besar tidak sanggup atau tidak mau mengasuh anak-anak tersebut.

Sementara itu, anak yang dititipkan umumnya masih memiliki orang tua, tetapi tidak dalam kondisi yang memungkinkan untuk merawat mereka. Faktor ekonomi atau kondisi mental orang tua sering menjadi alasan. Ada juga anak yang berasal dari keluarga dengan kasus kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT.

Untuk memastikan kondisi tersebut, yayasan melakukan survei terlebih dahulu kepada keluarga sebelum menerima anak yang dititipkan. "Kalau orang tua sebenarnya mampu, kami tidak menerima. Fokus kami memang pada bayi dan anak yang benar-benar terlantar," ujar Yeni.

Rumah Anak Surga sendiri merupakan yayasan yang relatif baru. Mereka baru menempati bangunan saat ini sekitar satu tahun terakhir. Sebelumnya, kegiatan pengasuhan dilakukan di sebuah rumah kontrakan kecil. "Yayasan ini baru berjalan tiga tahun. Dua tahun pertama kami masih di kontrakan kecil. Alhamdulillah sekarang sudah punya bangunan sendiri dari tanah wakaf dan donasi," kata Yeni.

Saat ini, yayasan tersebut menjadi pusat pengasuhan anak usia dini, khususnya dari nol hingga tiga tahun. Ke depan, yayasan berencana membuka cabang baru di Bekasi yang fokus pada pendidikan pra-sekolah hingga sekolah dasar. "Di Bekasi nanti fokusnya untuk pendidikan anak-anak. Tanahnya juga dari wakaf donatur," tambahnya.

Selama Ramadan, aktivitas anak-anak di Rumah Anak Surga berjalan seperti biasa. Pagi hari mereka sarapan, mandi, lalu berjemur sebelum belajar dan bermain. Menjelang siang, mereka tidur siang sebelum kembali bermain hingga sore. Sebagian anak juga mulai diperkenalkan kegiatan mengaji dan latihan sensorik bersama pengasuh.

"Kalau Ramadan biasanya juga banyak kunjungan dari masyarakat yang ingin berbagi," tambah Yeni. Donasi yang datang umumnya berupa kebutuhan sehari-hari bayi dan balita, seperti popok, susu, hingga pakaian. "Karena anak-anak terus bertambah usia, kebutuhan seperti baju juga cepat berganti," katanya.

Pada Ramadan tahun ini, salah satu kunjungan datang dari Dewangga Lil Hajj wal Umroh yang menggelar kegiatan berbagi bersama anak-anak di yayasan tersebut. Direktur Operasional Dewangga Lil Hajj wal Umroh, Joko Suratno, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda sosial yang rutin dilakukan setiap Ramadan. "Kami sangat bahagia bisa berbagi kasih dengan anak-anak di sini. Selain bermain bersama mereka, kami juga memberikan sedikit bantuan untuk yayasan," ujarnya.

Menurut Joko, kunjungan tersebut berawal dari informasi yang diperoleh timnya tentang keberadaan yayasan yang mengasuh banyak bayi dan balita terlantar. "Kebetulan tim kami mengenal yayasan ini. Kami tidak memilih secara khusus, tapi ketika ada kesempatan untuk datang dan berbagi, kami datang," katanya.

Ia menambahkan kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan ke berbagai tempat, tidak hanya di Rumah Anak Surga. "Insya Allah kegiatan berbagi seperti ini akan terus kami lakukan, tidak hanya saat Ramadan," tuturnya.



Posting Komentar untuk "Joko Suratno Bagikan Kebahagiaan pada 25 Anak Yatim di Semarang saat Ramadan"