Renungan Ramadan: Dekan Syariah UIN Saizu Ajak Umat Manfaatkan Akal untuk Bersyukur

Pentingnya Tafakur dalam Merenungkan Nikmat Allah
Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Supani, mengajak umat Islam untuk lebih memaksimalkan akal dan pikiran dalam merenungkan berbagai nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Melalui perenungan tersebut, seseorang diharapkan mampu menumbuhkan rasa syukur sekaligus memperkuat kecintaan kepada Allah. Pesan ini disampaikan oleh Prof. Supani dalam program Lentera Ramadan UIN Saizu Purwokerto, yang mengangkat tema pentingnya tafakur atau perenungan terhadap nikmat Allah sebagai jalan meningkatkan kualitas spiritual selama bulan suci Ramadan.
Manusia sebagai Khalifatullah Fil Ardh
Menurut Prof. Supani, manusia diciptakan sebagai khalifatullah fil ardh atau wakil Allah di bumi. Oleh karena itu, Allah memberikan berbagai fasilitas kepada manusia, mulai dari fisik hingga kemampuan berpikir, yang semuanya harus dimanfaatkan untuk mendekatkan diri kepada-Nya. “Di antara fasilitas yang Allah berikan kepada manusia adalah tubuh yang dapat digunakan untuk beraktivitas serta akal dan pikiran yang ada di dalam kepala kita. Semua itu seharusnya digunakan dalam kerangka mendekatkan diri kepada Allah,” jelasnya.
Fungsi Utama Akal Manusia
Salah satu fungsi utama akal manusia adalah melakukan tafakur atau perenungan. Prof. Supani mengutip hadis Nabi yang menyebutkan bahwa merenung sesaat lebih baik daripada ibadah sunnah selama 60 tahun. Namun, pesan utama dari hadis tersebut bukan terletak pada lamanya ibadah, melainkan pada pentingnya memaksimalkan fungsi akal untuk memahami kebesaran dan nikmat Allah. “Ketika seseorang merenungkan nikmat Allah, maka dari perenungan itu akan lahir rasa syukur dan cinta kepada Allah SWT,” ujarnya.
Pandangan Ulama tentang Tafakur
Dia juga menjelaskan pandangan para ulama yang menyebutkan bahwa tafakur terhadap nikmat Allah akan melahirkan dua hal penting, yaitu syukur dan mahabbah (cinta kepada Allah). Prof. Supani menegaskan bahwa nikmat Allah sangatlah banyak dan tidak mungkin dihitung oleh manusia. Nikmat tersebut tidak hanya berupa karunia yang melekat pada diri manusia, seperti kesehatan, kecerdasan, dan anggota tubuh yang berfungsi dengan baik, tetapi juga berbagai kenikmatan di luar diri manusia.
Nilai Nikmat Allah yang Tak Terhitung
“Jika kesehatan mata, kesehatan otak, dan kesehatan fisik itu dinilai dengan uang, tentu tidak ada yang mampu menghitung berapa nilainya,” katanya. Hal tersebut, lanjutnya, juga ditegaskan dalam Al-Qur’an bahwa manusia tidak akan mampu menghitung seluruh nikmat yang diberikan Allah SWT.
Nikmat yang Datang dari Allah
Selain itu, ia menegaskan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki manusia sejatinya berasal dari Allah. Bahkan, Allah tetap memberikan nikmat kepada manusia meskipun mereka belum sepenuhnya taat kepada-Nya. “Betapa luasnya rahmat Allah. Bahkan orang yang tidak menyembah Allah pun tetap diberikan nikmat oleh-Nya,” jelas Prof. Supani.
Meningkatkan Rasa Syukur
Prof. Supani menambahkan, semakin seseorang merenungkan berbagai nikmat yang telah diterima, maka semakin kuat pula rasa syukur yang muncul dalam hatinya. Ia mengibaratkan hal tersebut seperti hubungan antarmanusia. Ketika seseorang sering mendapatkan kebaikan dari orang lain, maka secara alami akan muncul rasa terima kasih dan kedekatan emosional. “Demikian pula hubungan manusia dengan Allah. Ketika kita menyadari betapa banyak nikmat yang Allah berikan, maka kita akan semakin bersyukur dan mencintai-Nya,” ungkapnya.
Harapan untuk Momen Ramadan
Melalui pesan Ramadan ini, Prof. Supani berharap umat Islam dapat menjadikan bulan suci sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran spiritual, memperbanyak refleksi diri, serta mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. “Semoga renungan tentang nikmat Allah ini dapat menjadi pengingat bagi kita semua agar semakin bersyukur dan semakin dekat kepada Allah,” pungkasnya.

Posting Komentar untuk "Renungan Ramadan: Dekan Syariah UIN Saizu Ajak Umat Manfaatkan Akal untuk Bersyukur"