Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

UPR gelar program spesialis obstetri dan ginekologi untuk penuhi kebutuhan Kalteng

UPR gelar program spesialis obstetri dan ginekologi untuk penuhi kebutuhan Kalteng

Pembukaan Program PPDS Obstetri dan Ginekologi di UPR

Universitas Palangka Raya (UPR) resmi membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi. Ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan ketersediaan tenaga dokter spesialis di Kalimantan Tengah. Rektor UPR, Salampak Dohong, menyampaikan bahwa pembukaan program ini menjadi kebanggaan bagi daerah.

Menurutnya, program tersebut sangat bergengsi dan menjadi bentuk kepercayaan pemerintah pusat kepada Provinsi Kalimantan Tengah, khususnya UPR, untuk membuka program ini. Ia menjelaskan bahwa program ini juga menjadi jawaban nyata terhadap kebutuhan tenaga medis di daerah, terutama terkait tingginya angka kematian ibu dan anak.

Salampak menambahkan bahwa saat ini masih terdapat beberapa kabupaten di Kalimantan Tengah yang belum memiliki dokter spesialis tertentu. Oleh karena itu, kehadiran program PPDS di UPR diharapkan mampu mencetak tenaga medis yang dapat kembali mengabdi di daerah asal mereka.

Strategi Penerimaan Peserta Didik

Pada tahap awal, program PPDS Obstetri dan Ginekologi membuka kuota terbatas dengan sistem penerimaan secara bertahap. UPR melakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap kabupaten-kabupaten yang belum memiliki dokter spesialis. Saat ini, ada enam kabupaten yang belum memiliki dokter spesialis, sehingga akan ada giliran untuk setiap kabupaten.

Setiap semester, UPR membuka penerimaan sebanyak empat peserta didik agar seluruh daerah memiliki kesempatan yang sama. Setiap enam bulan, ada penerimaan baru, sehingga secara bertahap semua kabupaten bisa mendapatkan kesempatan.

Kebijakan Terbaru dan Kerja Sama

Program spesialis obstetri dan ginekologi ini baru dibuka pada tahun 2026. Awalnya, UPR berencana membuka program tersebut melalui skema pengampuan bersama Universitas Padjadjaran (Unpad), di mana ijazah akan diterbitkan oleh perguruan tinggi pembina. Namun, dengan kebijakan terbaru dari Kementerian, program tersebut kini dapat berjalan secara mandiri di bawah UPR.

Sekarang, ijazahnya dikeluarkan oleh UPR, tetapi Unpad menjadi pembinanya untuk menjamin kualitasnya. Dalam pelaksanaannya, proses pendidikan juga melibatkan tenaga pengajar dari Unpad serta dokter spesialis yang telah bertugas di rumah sakit di Kalimantan Tengah.

Dukungan dari Tenaga Medis Lokal

Beberapa dokter spesialis di daerah yang telah memenuhi kualifikasi juga turut mendukung program tersebut. Mereka termasuk dari RSUD Murjani Sampit dan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun. Keberadaan mereka diharapkan dapat memberikan dukungan dalam proses pendidikan dan pelatihan para peserta didik.

Rencana Pengembangan Program

Ke depan, UPR juga berencana membuka program spesialis lain sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah. Menurut Salampak, tidak banyak yang mau mengambil spesialis tersebut. Oleh karena itu, UPR akan mengikuti kebutuhan daerah dalam merancang program-program baru.

Beberapa program yang direncanakan dibuka berikutnya antara lain spesialis anestesi serta penyakit dalam. Untuk tahun ini, yang baru dibuka adalah obstetri dan ginekologi. Setelah itu, nanti akan diikuti oleh anestesi, lalu kemudian penyakit dalam.


Posting Komentar untuk "UPR gelar program spesialis obstetri dan ginekologi untuk penuhi kebutuhan Kalteng"