Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya

KATA BUNDA ROSNIA - Tangan masuk mulut, mainan digigit, remote televisi pun ikut dikulum. Bila Bunda sedang mengalami ini di rumah, tenang, si kecil bukan sedang “bandel”. Ia sedang menjalani fase oral pada bayi, yaitu masa ketika mulut menjadi alat utama untuk mengenali dunia. Pertanyaannya, berapa lama fase oral berlangsung dan bagaimana menjaga si kecil tetap aman selama masa ini?

Di Kata Bunda Rosnia | Edukasi, Parenting & Kehidupan Keluarga, kami merangkum penjelasannya berdasarkan informasi dari Baby Centre, lalu menambahkan contoh dan panduan praktis agar mudah diterapkan di rumah.

Apa Itu Fase Oral pada Bayi?

Mulut sebagai “Mata dan Tangan” Kedua

Bayi belum bisa bertanya, “Benda ini rasanya bagaimana?” Maka ia menjawabnya sendiri dengan memasukkan benda ke mulut. Lewat bibir, lidah, dan gusi yang sangat sensitif, ia merasakan bentuk, tekstur, suhu, dan rasa. Ini bagian normal dari proses eksplorasi dalam tumbuh kembang.

Bagian dari Perkembangan, Bukan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan memasukkan tangan atau benda ke mulut membantu bayi belajar tentang lingkungannya sekaligus melatih koordinasi tangan, mata, dan mulut. Jadi, tugas orang tua bukan melarang total, melainkan memastikan eksplorasi itu berlangsung dengan aman.

Berapa Lama Fase Oral pada Bayi Berlangsung?

Mulai Sekitar Usia 3 sampai 4 Bulan

Menurut Baby Centre, ketika bayi mulai mampu meraih dan menggenggam benda di usia sekitar 3 sampai 4 bulan, ia akan mulai memasukkan berbagai benda ke mulutnya. Inilah awal fase oral yang paling terlihat.

Makin Intens Saat Tumbuh Gigi (6 sampai 7 Bulan)

Kebiasaan ini dapat makin intens pada usia 6 sampai 7 bulan, ketika gigi mulai tumbuh. Gusi yang gatal atau nyeri membuat bayi lebih sering menggigit dan mengulum apa pun yang terjangkau.

Bisa Berlangsung hingga Sekitar 3 Tahun

Fase ini dapat berlangsung hingga anak berusia sekitar 3 tahun. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan memasukkan benda ke mulut umumnya mulai berkurang setelah usia 18 bulan, ketika anak makin terampil memakai tangan dan bahasa untuk mengenali sesuatu.

UsiaGambaran umum
3 sampai 4 bulanMulai meraih dan mengulum benda
6 sampai 7 bulanMakin intens karena tumbuh gigi
Sekitar 12 sampai 18 bulanMulai berkurang secara bertahap
Hingga sekitar 3 tahunMasih bisa muncul sesekali

Perlu diingat, setiap anak punya ritme sendiri. Angka di atas adalah gambaran umum, bukan patokan kaku.

Mengapa Bayi Suka Memasukkan Benda ke Mulut?

1. Mengeksplorasi Lingkungan

Mulut adalah pusat sensor yang sangat peka. Bayi menggunakannya untuk mengenali bentuk, tekstur, dan rasa benda di sekitarnya.

Contoh: Si kecil mengulum kain lap yang lembut, lalu beralih ke mainan karet yang keras. Ia sedang membandingkan sensasinya.

2. Meredakan Rasa Tidak Nyaman Saat Tumbuh Gigi

Menggigit benda yang aman memberi tekanan pada gusi yang nyeri atau gatal, sehingga terasa lebih nyaman. Ini sebabnya bayi yang sedang tumbuh gigi tampak “menggigit apa saja”.

3. Menenangkan Diri

Mengisap tangan, jari, atau empeng membantu bayi merasa tenang, terutama ketika ia lelah atau mengantuk. Ini mekanisme menenangkan diri yang alami.

Tips Aman Selama Fase Oral Bayi

Bunda dan Ayah bisa mendukung eksplorasi si kecil tanpa mengabaikan keselamatannya.

1. Buat Rumah Lebih Aman (Babyproofing)

Amankan kabel listrik, tutup stopkontak yang terjangkau, pasang pagar pengaman di tangga, dan tutup akses ke area berbahaya. Coba merangkak atau duduk setinggi mata bayi di ruangan Bunda. Dari sudut itu, benda berbahaya biasanya lebih mudah terlihat.

2. Jauhkan Benda-Benda Kecil

Karena rasa ingin tahu, bayi cepat memasukkan apa pun ke mulut. Singkirkan benda kecil dari area bermain untuk mencegah tersedak, misalnya koin, kancing, manik-manik, penutup pulpen, mur, hingga potongan mainan kecil.

Tips praktis: Gunakan “tes gulungan tisu”. Benda yang muat masuk ke dalam gulungan tisu toilet termasuk berukuran kecil dan berisiko tersedak bagi bayi dan balita.

3. Simpan Benda Berbahaya di Tempat Tinggi atau Terkunci

Jauhkan obat-obatan, produk pembersih, bahan kimia, dan baterai kancing dari jangkauan bayi. Baterai kancing sangat berbahaya bila tertelan karena dapat menyebabkan luka serius pada saluran cerna dalam waktu singkat. Bila Bunda curiga bayi menelan benda berbahaya, segera ke IGD tanpa menunggu gejala muncul.

4. Sediakan Benda Aman untuk Digigit

Berikan teether atau mainan bertekstur yang aman dan mudah dibersihkan, supaya si kecil tetap bisa bereksplorasi. Beberapa catatan:

  • Pilih bahan bebas BPA dan sesuai usia.
  • Cuci teether rutin dengan air hangat dan sabun lembut sesuai petunjuk kemasan.
  • Dinginkan teether di kulkas bila perlu, tetapi jangan dibekukan hingga keras agar tidak melukai gusi.
  • Hindari kalung gigit atau tali yang dikalungkan di leher bayi karena berisiko terlilit.

Kebersihan Juga Penting

Karena apa pun yang digenggam akan berakhir di mulut, jaga kebersihan:

  • Cuci mainan secara berkala, terutama yang sering digigit.
  • Bersihkan lantai area bermain.
  • Biasakan mencuci tangan bayi dan tangan Bunda sebelum menyusui atau memberi makan.
  • Jangan mencoba “membersihkan” empeng dengan mengulumnya sendiri, ganti dengan mencucinya.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Fase oral umumnya normal. Namun, konsultasikan dengan dokter anak bila:

  • bayi tampak sangat kesakitan, demam, atau rewel berkepanjangan saat tumbuh gigi,
  • anak terus-menerus memakan benda non-makanan (misalnya tanah, kertas, atau cat) dan tidak berkurang seiring waktu,
  • Bunda curiga bayi telah menelan benda asing atau zat berbahaya,
  • kebiasaan memasukkan benda ke mulut masih sangat dominan setelah usia balita dan disertai kekhawatiran lain tentang perkembangan.

Mitos yang Perlu Diluruskan

“Bayi suka ngemut berarti sedang lapar terus”

Belum tentu. Mengisap atau mengulum sering kali tanda eksplorasi, tumbuh gigi, atau cara menenangkan diri, bukan lapar.

“Sebaiknya dilarang total supaya tidak jadi kebiasaan”

Melarang keras tidak dianjurkan karena ini bagian normal perkembangan. Lebih efektif mengalihkan ke benda yang aman dan memastikan lingkungan bebas bahaya.

Dampingi Eksplorasinya dengan Aman

Fase oral biasanya dimulai sekitar usia 3 sampai 4 bulan, makin terasa saat tumbuh gigi, lalu berangsur berkurang setelah sekitar 18 bulan, meski bisa berlangsung hingga sekitar 3 tahun. Ini tanda si kecil sedang belajar, bukan masalah yang harus dihentikan. Tugas Bunda dan Ayah adalah mendampingi, menjauhkan benda kecil dan berbahaya, serta menyediakan alternatif yang aman. Dengan begitu, rasa ingin tahunya tumbuh subur tanpa mengorbankan keselamatan.

Ikuti terus perkembangan website ini! Dapatkan tips parenting, edukasi, dan inspirasi kehidupan keluarga dari Kata Bunda Rosnia | Edukasi, Parenting & Kehidupan Keluarga. Bergabunglah di grup Telegram kami: https://t.me/+iRGeuoJq-spjMDZl

Hashtag: #FaseOralBayi #TumbuhKembangBayi #BayiTumbuhGigi #KeamananBayi #TipsParenting #ParentingBayi #Babyproofing #EdukasiOrangTua #KataBundaRosnia #BundaRosnia



 

Posting Komentar untuk "Berapa Lama Fase Oral pada Bayi? Ini Penjelasan dan Tips Amannya"