Air Mata Bupati Ciamis di Rumah Reot: Bantuan Rp20 Juta Ubah Nasib Keluarga

Bupati Ciamis Langsung Turun ke Lapangan untuk Meninjau Rumah Warga
Di balik agenda Tarawih Keliling (Tarling) yang rutin dilakukan di bulan Ramadan, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyisihkan waktu untuk turun langsung ke lapangan, meninjau kondisi rumah warga yang jauh dari kata layak. Pada Rabu 4 Maret 2026, di wilayah Eks Kewedanaan Kawali, Kecamatan Jatinagara, ia menyerahkan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) kepada empat keluarga yang selama ini berjuang melawan kebocoran atap, dinding lapuk, dan ancaman roboh setiap musim hujan tiba.
Bantuan untuk 4 keluarga masing-masing mendapatkan senilai Rp20 juta, ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dana tersebut berasal dari kolaborasi mulia antara Pemerintah Kabupaten Ciamis dengan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB dan BPR Karya Utama Jabar Perseroda.
Fokus pada Perbaikan Struktur Utama Rumah
Hal itu diungkapkan langsung oleh Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya. Ia menyampaikan fokus utamanya adalah perbaikan struktur utama rumah dari pondasi, dinding, atap, hingga lantai agar memenuhi standar keamanan dan kelayakan huni. Tujuannya sederhana namun mendalam: memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuni, terutama mereka yang paling rentan.
Sebelum menyerahkan secara simbolis, Bupati Herdiat tidak hanya melihat dari jauh. Ia memasuki rumah-rumah tersebut, menyentuh dinding yang rapuh, mengamati atap yang bocor, dan mendengar cerita langsung dari pemiliknya.
“Kami ingin memastikan bantuan ini tepat sasaran, benar-benar dirasakan, dan mengubah hidup warga menjadi lebih baik. Rumah adalah benteng terakhir keluarga; jika rusak, segalanya terasa goyah," ucap Herdiat.
Suasana Penuh Haru Menyeimuti Setiap Kunjungan
Suasana haru menyelimuti kunjungan tersebut. Di rumah pasangan Nani Atikah dan Mimin di Desa Bayasari, Bupati tak kuasa menahan air mata saat melihat kondisi rumah yang sudah seperti “siap runtuh”. Atap bocor parah membuat mereka selalu gelisah setiap hujan deras turun.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan terharu. Selama ini kalau hujan, kami khawatir atap jebol dan dinding roboh. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan semua pihak yang peduli," ungkap Nani.
Perjalanan berlanjut ke rumah Emah (76 tahun), seorang lansia yang hidup sebatang kara di Dusun Wetan. Rumah sederhananya tampak rapuh, tiang-tiang kayu sudah dimakan usia, dan angin sepoi pun terasa menggoyang struktur. Kehadiran Bupati disambut dengan doa dan rasa syukur mendalam.
“Saya tinggal sendiri. Rumah ini sudah lama rusak. Mudah-mudahan setelah diperbaiki, saya bisa tinggal lebih tenang,” ucap Emah lirih.
Tak kalah menyentuh, kisah Ihin Solihin (49 tahun) yang tinggal bersama saudara kandungnya yang berkebutuhan khusus. Selama bertahun-tahun, ia mengurus adiknya di tengah keterbatasan rumah yang tak layak. Bantuan ini baginya seperti secercah cahaya di ujung terowongan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga menjadi amal kebaikan untuk semua yang terlibat,” katanya tulus.
Komitmen Berkelanjutan dalam Program Rutilahu
Program Rutilahu di Kabupaten Ciamis bukan inisiatif baru, melainkan komitmen berkelanjutan yang terus digulirkan secara bertahap. Herdiat menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan CSR dari Bank BJB dan BPR Karya Utama sangat mempercepat upaya kita mewujudkan pembangunan berkeadilan dan merata,” ujar Herdiat.
Lebih dari sekadar perbaikan fisik, bantuan ini menjadi simbol kuat: pemerintah hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan, bukan hanya lewat pidato, tapi melalui tindakan nyata yang menyentuh hati.
Membangun Fondasi Kesejahteraan yang Lebih Kokoh
Di tengah tantangan ekonomi dan sosial pasca-pandemi, kisah-kisah seperti Nani, Emah, dan Ihin mengingatkan bahwa sebuah rumah layak bukan kemewahan, melainkan hak dasar yang patut diperjuangkan bersama.
"Tentunya saya sangat berharap kualitas hunian di seluruh penjuru kabupaten terus meningkat, mengurangi kekhawatiran warga terhadap rumah yang tak aman, dan membangun fondasi kesejahteraan yang lebih kokoh bagi generasi mendatang," tukas Herdiat.

Posting Komentar untuk "Air Mata Bupati Ciamis di Rumah Reot: Bantuan Rp20 Juta Ubah Nasib Keluarga"