Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wakil Ketua DPR Lamhot Sinaga Apresiasi Film Keluarga Antara Mama, Cinta, dan Surga

Wakil Ketua DPR Lamhot Sinaga Apresiasi Film Keluarga Antara Mama, Cinta, dan Surga

Lamsot Sinaga Hadiri Pemutaran Film "Antara Mama, Cinta, dan Surga"

Lamsot Sinaga, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, hadir bersama keluarga dalam pemutaran film Antara Mama, Cinta, dan Surga di Arion XXI Mall Arion, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 7 Februari 2026. Kehadiran politisi ini menjadi bentuk dukungan terhadap pertumbuhan industri perfilman nasional.

Film drama keluarga yang mengangkat konflik emosional ini akan dirilis secara serentak di bioskop Indonesia pada 19 Februari 2026. Cerita film ini menyentuh kehidupan masyarakat dengan menggambarkan dilema antara impian pribadi, restu ibu, cinta, serta panggilan iman dalam perjalanan hidup seseorang. Selain itu, film ini juga secara tidak langsung mempromosikan Danau Toba sebagai destinasi wisata nasional dan internasional.

Nilai Keluarga dan Spiritualitas dalam Film

Lamsot Sinaga menilai bahwa film dengan muatan nilai keluarga dan spiritualitas seperti ini sangat penting bagi perkembangan industri kreatif Indonesia. Menurutnya, karya sinema yang kuat dari segi cerita dan mengangkat nilai-nilai budaya memiliki potensi besar untuk menarik perhatian publik luas.

“Film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium pendidikan budaya dan moral. Kita membutuhkan lebih banyak karya film yang mampu menyampaikan pesan kehidupan dengan cara yang menyentuh dan relevan bagi masyarakat,” ujarnya seusai menyaksikan pemutaran film tersebut.

Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR RI sekaligus Ketua Panitia Kerja (Panja) Perfilman Komisi VII DPR RI, Lamsot menilai industri perfilman nasional saat ini memiliki peluang besar untuk berkembang. Dukungan kebijakan yang tepat dapat memperkuat ekosistem kreatif dari hulu hingga hilir.

Peran Komisi VII dalam Pengembangan Industri Kreatif

Komisi VII DPR RI memiliki peran strategis dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada pengembangan industri kreatif, termasuk perfilman. Hal ini juga berkaitan dengan kemitraan kerja DPR dengan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, yang bertugas memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Lamsot menjelaskan bahwa film yang mengangkat kekayaan budaya dan keindahan alam Nusantara memiliki nilai lebih bagi Indonesia. Selain memperkuat identitas budaya, film juga dapat menjadi sarana promosi pariwisata yang efektif.

Dampak Ekonomi dari Industri Film

Menurut Lamsot, banyak contoh di berbagai negara di mana sebuah film mampu mendorong lonjakan kunjungan wisata ke lokasi yang menjadi latar cerita. Ia yakin hal serupa bisa terjadi di Indonesia apabila sineas semakin banyak mengangkat potensi lokal dalam karya mereka.

“Ketika film menampilkan lanskap alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal secara menarik, itu bisa memicu rasa ingin tahu publik untuk datang langsung ke daerah tersebut,” ujarnya.

Dampak ekonomi dari fenomena tersebut, lanjut Lamsot, tidak berhenti pada sektor pariwisata semata. Kehadiran wisatawan juga akan menggerakkan berbagai sektor ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga layanan wisata lokal berpotensi ikut tumbuh.

Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Film

Lamsot menambahkan bahwa dukungan terhadap perfilman nasional harus dilakukan secara komprehensif. Selain kebijakan pemerintah, diperlukan pula kolaborasi antara sineas, pelaku industri, investor, serta masyarakat sebagai penonton.

Ia menilai peningkatan kualitas produksi film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir patut diapresiasi. Banyak sineas muda mulai berani mengeksplorasi tema-tema sosial, budaya, hingga spiritualitas dengan pendekatan sinematik yang lebih matang.

Film Antara Mama, Cinta, dan Surga sendiri dipandang Lamsot sebagai salah satu contoh karya yang menempatkan nilai keluarga sebagai inti cerita. Tema tersebut dinilai dekat dengan realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi hubungan keluarga dan penghormatan kepada orang tua.

Harapan untuk Film Nasional

Lamsot berharap film-film dengan pendekatan cerita yang kuat seperti ini dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan publik. Menurut dia, keberhasilan film nasional pada akhirnya juga ditentukan oleh antusiasme masyarakat untuk menontonnya di bioskop.

“Industri film adalah bagian penting dari ekonomi kreatif kita. Jika didukung bersama, bukan hanya sineas yang berkembang, tetapi juga ekonomi daerah dan identitas budaya Indonesia ikut terangkat,” kata Lamsot.

Ia pun mengajak masyarakat untuk semakin bangga terhadap karya-karya film nasional dan menjadikannya sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kreatif Indonesia.

Posting Komentar untuk "Wakil Ketua DPR Lamhot Sinaga Apresiasi Film Keluarga Antara Mama, Cinta, dan Surga"